Awesome Image

Pelatihan Pelayanan Terpadu Penyakit Tidak Menular (PANDU PTM) Angkatan II

            Pelatihan Pelayanan Terpadu Penyakit Tidak Menular (PANDU PTM) Angkatan II telah sukses diselenggarakan oleh RSUD Ajibarang melalui kerja sama antara Institusi Diklat dan Penelitian RSUD Ajibarang dengan Dinas Kesehatan dan KB Kabupaten Banyumas. Kegiatan ini berlangsung selama enam hari mulai tanggal 9 April 2026 hingga 15 April 2026 sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam menghadapi tantangan penyakit tidak menular (PTM) yang semakin meningkat di masyarakat. 

        Kegiatan pelatihan diawali dengan pengantar pelatihan oleh Kepala Institusi Diklat dan Penelitian RSUD Ajibarang, dr. Igun Winarno Sp.An-TI., FISQua. Dalam paparannya beliau menekankan pentingnya penguatan kompetensi tenaga kesehatan dalam pelayanan PTM secara terpadu dan berkesinambungan serta perlunya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung keberhasilan program kesehatan. Sambutan Kepala Dinas Kesehatan dan KB oleh dr. Dani Esti Novia menyampaikan ucapan selamat atas terselenggaranya Pelatihan PANDU PTM Angkatan II. Beliau berharap pelatihan ini dapat memberikan dampak nyata dalam mendorong pencapaian tujuan program kesehatan di Kabupaten Banyumas. Pada kesempatan yang sama, Direktur RSUD Ajibarang turut memberikan sambutan dan menyampaikan harapan agar pelatihan ini dapat berjalan dengan lancar. Beliau juga berharap para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan santai namun tetap serius, sehingga seluruh materi yang diberikan dapat diterima dengan baik dan diimplementasikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan khususnya di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP). 

          Pelatihan ini kemudian dilanjutkan dengan sesi Building Learning Commitment (BLC) yang dipandu oleh Pengendali Pelatihan. Kegiatan ini bertujuan membangun komitmen belajar peserta serta menciptakan suasana pelatihan yang aktif kolaboratif dan berorientasi pada peningkatan kompetensi. Melalui BLC, peserta didorong untuk memiliki kesiapan mental dan motivasi tinggi dalam mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran. 

           Materi inti pelatihan mencakup kebijakan nasional dalam pencegahan dan pengendalian PTM di Indonesia yang menjadi landasan dalam implementasi program di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP). Selain itu, Bapak Sito Hatmoko, S.KM., M.KM. juga menyampaikan materi tentang Ruang Lingkup Pelayanan terpadu PTM di FKTP yang menekankan pentingnya pendekatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif secara terintegrasi. Berbagai topik klinis turut diberikan oleh narasumber yang kompeten di bidangnya. Materi mengenai upaya pencegahan penyakit kanker dan gangguan fungsional akibat PTM disampaikan oleh dr. Yosefin Ratnaningtyas, Sp.PD. Sementara itu, gangguan indera penglihatan dibahas oleh dr. Agus Setyawan, Sp.M., CMMed. dan gangguan indera pendengaran oleh dr. David Santoso, Sp.T.H.T.B.K.L. Materi terkait penyakit paru disampaikan oleh dr. Inge Cahya Ramadhani, Sp.P. serta penyakit jantung dan pembuluh darah oleh dr. Satrya Yudha Dwi Putranto, Sp.JP., FIHA. Untuk penyakit diabetes melitus dan gangguan metabolik, peserta mendapatkan pembekalan dari dr. Maela Rustiana Dewi, Sp.PD. 

          Kekhasan pelatihan ini juga ditandai dengan adanya sesi best practice Pelayanan Terpadu Penyakit Tidak Menular pada bidang neurologi yang disampaikan oleh dr. Noegroho Harbani, M.Sc., Sp.S., FISQua, CMC. Materi ini memberikan wawasan praktis mengenai implementasi pelayanan terpadu PTM berbasis kasus neurologi yang sering ditemui di layanan primer maupun rujukan. Selain aspek klinis, pelatihan ini juga memperhatikan penguatan nilai-nilai integritas melalui materi anti korupsi yang disampaikan oleh Ibu Esti Dwi Anani, S.Kep., Ns., M.Kep. Hal ini penting untuk membangun tenaga kesehatan yang profesional, beretika dan berintegritas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. 

            Peserta juga dibekali keterampilan praktis melalui sesi praktik upaya preventif, promotif dan deteksi dini faktor risiko PTM sesuai alur Pandu PTM oleh Ibu Endah Susilowati, S.Kep., Ns. Kegiatan pembelajaran semakin interaktif dengan adanya latihan kasus dan bermain peran terkait penanggulangan PTM terpadu termasuk penugasan umum PTM oleh Ibu Supriatin, S.Tr.KL. serta penanganan kasus Asthma dan PPOK oleh Afifah Nada Pratiwi, SKM. Tidak kalah penting, materi surveilans terpadu PTM dan praktiknya disampaikan oleh Nindia Dinda Puspita, A.Md. yang memberikan pemahaman tentang pentingnya pengumpulan dan analisis data dalam mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti.

          Tidak hanya di dalam kelas, peserta juga mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan langsung materi yang telah diperoleh di tiga wahana fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), yaitu Puskesmas Ajibarang 1, Puskesmas Cilongok 1 dan Puskesmas Pekuncen 1. Kegiatan praktik lapangan ini memberikan pengalaman nyata dalam penerapan alur PANDU PTM serta memperkuat pemahaman peserta terhadap pelayanan terpadu di lapangan.

          Sebagai penutup peserta menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) bersama Bpk Nurhadi Kurniawan, ST., M.Si. guna memastikan implementasi hasil pelatihan di tempat kerja masing-masing. Pelatihan PANDU PTM Angkatan II ini diharapkan mampu mendukung pencapaian fokus program kesehatan Kabupaten Banyumas khususnya dalam peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan dasar dan rujukan, penurunan prevalensi stunting serta penguatan fungsi Puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan. Dengan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, diharapkan pelayanan PTM dapat dilakukan secara lebih komprehensif, terintegrasi dan berkelanjutan demi mewujudkan masyarakat Banyumas yang lebih sehat dan produktif. (Bee)

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tinggalkan Komentar