Awesome Image

Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman petugas pelayanan rawat jalan mengenai pelaksanaan skrining pasien anak dan dewasa sehingga tercipta pelayanan yang cepat, tepat, aman, dan sesuai standar rumah sakit.

1.    Memahami konsep dan tujuan skrining pasien rawat jalan.

2.    Memahami alur skrining pasien sejak pasien datang ke rumah sakit.

3.    Memahami kriteria skrining pasien anak dan dewasa.

4.    Mampu mengidentifikasi pasien yang memerlukan prioritas pelayanan atau penanganan segera.

5.    Meningkatkan koordinasi antar petugas dalam proses pelayanan pasien rawat jalan.

6.    Mendukung peningkatan mutu pelayanan dan keselamatan pasien.

1.    Menjelaskan konsep, tujuan, dan manfaat skrining pasien dewasa pada pelayanan rawat jalan sesuai standar rumah sakit dan regulasi yang berlaku.

2.    Memahami peran skrining sebagai proses identifikasi awal untuk mendeteksi kondisi pasien yang memerlukan penanganan segera, asesmen lanjutan, atau pelayanan khusus.

3.    Mengidentifikasi pasien dengan kondisi kegawatdaruratan yang memerlukan prioritas pelayanan berdasarkan hasil skrining awal.

4.    Melaksanakan skrining pasien dewasa secara cepat, tepat, dan sistematis sesuai Standar Prosedur Operasional (SPO) rumah sakit.

5.    Mengidentifikasi tanda dan gejala yang mengarah pada kondisi klinis akut atau perburukan kondisi pasien yang memerlukan tindakan segera.

6.    Melakukan skrining risiko jatuh pada pasien dewasa sesuai instrumen yang ditetapkan rumah sakit.

7.    Melakukan skrining nyeri untuk mengidentifikasi tingkat nyeri dan kebutuhan penanganan lebih lanjut.

8.    Melakukan skrining penyakit infeksi menular untuk mendukung upaya pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) di rumah sakit.

9.    Mengidentifikasi kebutuhan khusus pasien, termasuk pasien lansia, disabilitas, gangguan sensorik, gangguan komunikasi, dan pasien dengan keterbatasan mobilitas.

10. Melakukan skrining risiko kekerasan, perilaku agresif, atau gangguan psikologis yang berpotensi mengganggu keselamatan pasien maupun petugas.

11. Melaksanakan komunikasi efektif kepada pasien, keluarga, dan tim kesehatan terkait hasil skrining dan kebutuhan penanganan pasien.

12. Menjelaskan prinsip penggunaan Segitiga Asesmen Gawat Anak (SAGA) sebagai metode skrining cepat untuk mengidentifikasi kondisi kegawatdaruratan pada pasien anak.

13. Mengidentifikasi komponen Tampilan (Appearance) yang meliputi tonus, interaksi, kenyamanan, pandangan, dan kekuatan bicara atau menangis pada pasien anak.

14. Melakukan penilaian terhadap kondisi tampilan anak untuk mendeteksi adanya gangguan kesadaran, gangguan neurologis, maupun tanda klinis kegawatan lainnya

15. Mengidentifikasi pasien yang memerlukan tindakan segera, observasi ketat, atau rujukan berdasarkan hasil skrining SAGA.

16. Menerapkan prinsip keselamatan pasien dalam setiap proses skrining guna mencegah keterlambatan penanganan dan kejadian yang tidak diharapkan.

Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk In House Training (IHT) yang meliputi penyampaian materi, diskusi, tanya jawab, serta evaluasi pemahaman peserta.

Awesome Image