Di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya hidup sehat, upaya pengendalian konsumsi tembakau menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Menjawab tantangan tersebut, Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Banyumas bekerja sama dengan Institusi Diklat dan Penelitian RSUD Ajibarang menyelenggarakan Pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi Tenaga Kesehatan dalam Upaya Berhenti Merokok (UBM) di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer Angkatan I. Kegiatan ini berlangsung pada 24–29 Juni 2026 di Aula Utama RSUD Ajibarang.
Pelatihan ini bukan sekadar agenda pembelajaran, melainkan sebuah ikhtiar bersama untuk memperkuat peran tenaga kesehatan sebagai garda terdepan dalam membantu masyarakat terbebas dari ketergantungan rokok. Di balik setiap materi yang diberikan, tersimpan harapan agar setiap peserta mampu menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.
Merokok masih menjadi salah satu faktor risiko utama berbagai penyakit tidak menular, seperti penyakit jantung, stroke, kanker paru, hingga penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Oleh karena itu, kehadiran tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat menjadi bagian penting dari strategi promotif dan preventif di fasilitas pelayanan kesehatan primer.
Selama enam hari pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai materi komprehensif yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan dalam memberikan layanan Upaya Berhenti Merokok (UBM). Materi tersebut meliputi Building Learning Commitment (BLC), kebijakan pengendalian tembakau di Indonesia, manajemen layanan UBM, dampak konsumsi rokok terhadap kesehatan, teknik penyuluhan, konseling berhenti merokok, praktik konseling, hipnoterapi sebagai metode pendukung, tindak lanjut layanan UBM, pengukuran faktor risiko penyakit tidak menular (FR PTM), hingga pencatatan dan pelaporan program UBM.
Keunggulan pelatihan ini terletak pada perpaduan antara teori dan praktik. Peserta tidak hanya memahami konsep melalui paparan materi, tetapi juga terlibat dalam simulasi kasus dan role play konseling. Pendekatan tersebut memberikan pengalaman nyata sehingga peserta lebih siap menghadapi berbagai kondisi yang akan ditemui ketika memberikan layanan kepada masyarakat.
Seluruh rangkaian pembelajaran dipandu oleh narasumber dan fasilitator yang kompeten di bidangnya. Berbekal pengalaman akademik dan praktik di lapangan, para narasumber membagikan wawasan, strategi, serta pendekatan yang aplikatif sehingga materi dapat langsung diimplementasikan dalam pelayanan kesehatan sehari-hari.
Lebih dari sekadar meningkatkan keterampilan individu, pelatihan ini juga menjadi langkah nyata dalam memperkuat implementasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan mendukung program nasional pengendalian penyakit tidak menular. Dengan semakin banyak tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi dalam layanan UBM, diharapkan akses masyarakat terhadap layanan berhenti merokok akan semakin mudah, efektif, dan berkelanjutan.
Sebagai institusi yang berkomitmen dalam pengembangan sumber daya manusia kesehatan, Instalasi Diklat dan Penelitian RSUD Ajibarang terus menghadirkan berbagai program pendidikan dan pelatihan yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan pelayanan kesehatan. Kolaborasi dengan berbagai instansi menjadi bukti nyata bahwa peningkatan kualitas pelayanan dimulai dari peningkatan kompetensi para tenaga kesehatan.
Pada akhirnya, setiap ilmu yang diperoleh dalam pelatihan ini bukan hanya menjadi bekal bagi peserta, tetapi juga menjadi harapan baru bagi masyarakat yang ingin menjalani hidup lebih sehat. Sebab, keberhasilan seseorang berhenti merokok sering kali berawal dari edukasi yang tepat, komunikasi yang empatik, dan pendampingan yang konsisten dari tenaga kesehatan yang kompeten.
Melalui semangat belajar, berkolaborasi, dan terus berkembang, pelatihan ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam mewujudkan pelayanan kesehatan primer yang lebih berkualitas. Karena di balik setiap langkah kecil untuk berhenti merokok, tersimpan kesempatan besar untuk menghadirkan masa depan yang lebih sehat bagi keluarga, masyarakat, dan generasi mendatang.
Komentar (0)
Belum ada komentar.