Awesome Image
Dibaca Sebanyak

BUDAYA K3RS DI RSUD AJIBARANG

Pada hari Selasa, 3 Maret 2026, RSUD Ajibarang menerima kunjungan resmi dari Tim Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Banyumas dalam rangka kegiatan monitoring dan evaluasi pelaksanaan program K3RS. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula CERIA RSUD Ajibarang dan dihadiri oleh jajaran manajemen rumah sakit, ketua dan anggota tim K3RS internal, kepala instalasi, serta perwakilan unit kerja terkait. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya monitoring dan penguatan sistem keselamatan dan kesehatan kerja di fasilitas pelayanan kesehatan, guna memastikan bahwa seluruh proses pelayanan berjalan sesuai dengan standar regulasi, prinsip manajemen risiko, serta budaya keselamatan yang berkelanjutan.

Kegiatan monitoring dan evaluasi diawali dengan sambutan Direktur RSUD Ajibarang yang diwakilkan oleh Kabid Pelayanan Medis, keperawatan dan kebidanan RSUD Ajibarang yang menegaskan komitmen institusi dalam menerapkan sistem K3RS secara komprehensif dan terintegrasi. Dalam sambutannya, disampaikan bahwa implementasi K3RS tidak hanya dimaknai sebagai pemenuhan aspek administratif, melainkan sebagai bagian dari strategi manajemen mutu dan keselamatan pasien secara menyeluruh. Tim dari Dinas Kesehatan kemudian memaparkan tujuan kegiatan, yaitu untuk menilai kesesuaian pelaksanaan K3RS dengan regulasi nasional, mengidentifikasi praktik baik (best practice), serta memberikan rekomendasi perbaikan yang konstruktif apabila ditemukan celah dalam implementasi. Proses evaluasi dilakukan secara dialogis, transparan, dan berbasis bukti dokumen maupun observasi lapangan.

Dalam sesi paparan, Tim K3RS RSUD Ajibarang menyampaikan berbagai capaian program, antara lain pembentukan struktur organisasi K3RS yang aktif, pelaksanaan identifikasi bahaya dan penilaian risiko (hazard identification and risk assessment), penyusunan standar prosedur operasional (SPO) terkait keselamatan kerja, serta pelaksanaan pelatihan rutin bagi tenaga kesehatan dan nonkesehatan. Selain itu, rumah sakit juga telah mengembangkan sistem pelaporan insiden keselamatan kerja dan kejadian nyaris cedera (near miss) sebagai bagian dari upaya peningkatan budaya pelaporan yang non-punitif. Data yang ditampilkan menunjukkan adanya tren peningkatan kepatuhan penggunaan alat pelindung diri (APD), penurunan insiden kecelakaan kerja ringan, serta peningkatan partisipasi pegawai dalam kegiatan simulasi tanggap darurat.

Setelah sesi paparan dan diskusi, tim evaluator melaksanakan kunjungan lapangan ke beberapa instalasi, salah satunya Instalasi Farmasi Rawat Jalan. Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan verifikasi langsung terhadap penerapan prinsip K3RS di unit pelayanan. Pada instalasi tersebut, tim melakukan observasi terhadap tata letak ruang kerja, sistem ventilasi dan pencahayaan, penyimpanan obat-obatan berisiko tinggi, pengelolaan limbah farmasi, serta kepatuhan petugas dalam penggunaan APD. Selain itu, dilakukan pula peninjauan terhadap ketersediaan alat pemadam api ringan (APAR), jalur evakuasi, serta penandaan keselamatan (safety sign) yang terpasang di area kerja. Hasil observasi menunjukkan bahwa Instalasi Farmasi Rawat Jalan telah menerapkan prinsip ergonomi dan keselamatan kerja dengan baik, termasuk pengaturan ruang yang meminimalkan potensi cedera muskuloskeletal serta penerapan sistem penyimpanan obat yang aman dan terstandar.

Tim K3RS Dinas Kesehatan juga mengapresiasi upaya rumah sakit dalam membangun budaya keselamatan melalui pendekatan promotif dan edukatif. Hal ini tercermin dari terselenggaranya kegiatan sosialisasi rutin tentang keselamatan kerja, pemasangan media komunikasi visual terkait K3 di berbagai sudut rumah sakit, serta integrasi materi K3RS dalam program orientasi pegawai baru. Pendekatan ini dinilai efektif dalam meningkatkan kesadaran kolektif seluruh sumber daya manusia rumah sakit terhadap pentingnya menjaga keselamatan diri, rekan kerja, pasien, dan pengunjung. Budaya keselamatan yang kuat diyakini menjadi fondasi utama dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif.

Secara umum, hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan bahwa pelaksanaan K3RS di RSUD Ajibarang telah berjalan dengan baik dan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Tim evaluator menilai bahwa sistem manajemen K3RS telah terdokumentasi dengan rapi, memiliki mekanisme evaluasi internal yang jelas, serta menunjukkan adanya perbaikan berkelanjutan (continuous quality improvement). Meskipun demikian, beberapa rekomendasi penguatan tetap disampaikan, antara lain optimalisasi audit internal berkala, peningkatan dokumentasi pelaporan insiden secara digital, serta penguatan simulasi tanggap darurat lintas unit secara lebih terintegrasi. Rekomendasi ini diterima secara terbuka oleh manajemen rumah sakit sebagai bagian dari komitmen untuk terus meningkatkan mutu pelayanan.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang monitoring dan evaluasi saja, tetapi juga momentum refleksi bersama untuk meneguhkan komitmen terhadap keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan rumah sakit. Implementasi K3RS yang optimal memiliki implikasi luas, tidak hanya pada perlindungan tenaga kerja, tetapi juga pada keselamatan pasien dan mutu layanan secara keseluruhan. Lingkungan kerja yang aman akan mendukung kinerja tenaga kesehatan, mengurangi risiko cedera dan penyakit akibat kerja, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pelayanan kesehatan.

Sebagai institusi pelayanan publik di Kabupaten Banyumas, RSUD Ajibarang menyadari bahwa tantangan dalam penerapan K3RS akan terus berkembang seiring dinamika pelayanan kesehatan, kemajuan teknologi, dan peningkatan ekspektasi masyarakat. Oleh karena itu, sinergi dengan Dinas Kesehatan dan pemangku kepentingan lainnya menjadi sangat penting dalam memastikan bahwa setiap kebijakan dan program yang dijalankan selaras dengan regulasi dan kebutuhan lapangan. Kunjungan Tim K3RS Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Banyumas ini menjadi bukti nyata kolaborasi yang konstruktif antara regulator dan penyelenggara pelayanan kesehatan.

Melalui publikasi ini, diharapkan seluruh civitas hospitalia RSUD Ajibarang semakin termotivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan praktik K3RS di unit kerja masing-masing. Keselamatan dan kesehatan kerja bukanlah tanggung jawab satu tim semata, melainkan tanggung jawab bersama yang harus diinternalisasi dalam setiap aktivitas pelayanan. Dengan semangat profesionalisme, integritas, dan perbaikan berkelanjutan, RSUD Ajibarang berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan berorientasi pada keselamatan seluruh pemangku kepentingan.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tinggalkan Komentar