Awesome Image

Kajian Etik Klinis Ramadhan "Integrasi Ibadah dan Evidence Based Health di Bulan Ramadhan"

        Panitia Amaliyah Ramadhan RSUD Ajibarang 1447 H merealisasikan salah satu programnya yakni Kajian Etik Klinis Ramadhan. Forum ini menjadi ruang refleksi ilmiah sekaligus spiritual bagi tenaga kesehatan dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Dengan mengusung tema “Integrasi Ibadah dan Evidence Based Health di Bulan Ramadhan”, kegiatan ini menghadirkan perspektif yang memadukan nilai ibadah dengan praktik pelayanan kesehatan berbasis bukti ilmiah.

        Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 26 Februari 2026 di Aula Utama Diklat RSUD Ajibarang dan diikuti oleh perwakilan masing-masing unit. Narasumber kegiatan Bapak Adrian Wisnu Wardhana, SST., F.Tr., menjelaskan bahwa ibadah dalam Islam memiliki keterkaitan erat dengan kesehatan fisik dan mental yang dapat dijelaskan melalui pendekatan ilmiah modern. Puasa Ramadhan, misalnya berperan dalam meningkatkan kontrol diri serta memperbaiki kesehatan psikologis apabila dilakukan sesuai prinsip medis yang benar. Dalam konteks pelayanan kesehatan, pendekatan evidence based health menjadi landasan penting agar tenaga kesehatan mampu memberikan edukasi yang tepat kepada pasien, terutama terkait pelaksanaan ibadah saat kondisi sakit tanpa mengabaikan aspek keselamatan. Pembahasan kemudian berkembang pada aspek etik klinis profesi dalam memberikan pelayanan kesehatan selama bulan Ramadhan. Narasumber menegaskan bahwa tenaga kesehatan memiliki tanggung jawab moral dan profesional untuk mengambil keputusan klinis berdasarkan prinsip beneficence (memberikan manfaat), non-maleficence (tidak menimbulkan bahaya), autonomy (menghormati keputusan pasien) dan justice (keadilan pelayanan). 

        Dalam praktiknya, tenaga kesehatan perlu mampu memberikan rekomendasi medis secara objektif sekaligus menghargai nilai spiritual pasien atau memberikan edukasi yang bijak ketika kondisi medis tidak memungkinkan pasien menjalankan ibadah secara penuh. Etika profesi menuntut keseimbangan antara ilmu pengetahuan, empati, komunikasi efektif serta penghormatan terhadap keyakinan pasien. 

        Ketua Panitia Amaliyah Ramadhan RSUD Ajibarang, Farid Maskuri, S.Kep., Ns. menyampaikan bahwa kajian etik klinis ini bertujuan memperkuat pelayanan kesehatan yang holistik yaitu pelayanan yang tidak hanya berorientasi pada penyembuhan fisik tetapi juga memperhatikan kebutuhan psikologis dan spiritual pasien. Dalam sesi diskusi, salah satu peserta mengajukan pertanyaan, “Dalam Al-Qur’an terdapat ayat yang berbunyi ‘illa man atallaha bi qolbin salim’, bagaimana cara kita mencapai qolbun salim?” Pertanyaan tersebut kemudian dikaitkan dengan kisah yang pernah disampaikan sebelumnya mengenai pandangan Imam Ghozali tentang seorang PSK yang mendapatkan ampunan dan masuk surga karena keikhlasannya memberi minum seekor anjing yang kehausan. Narasumber menjelaskan bahwa inti dari mencapai qolbun salim adalah keikhlasan dan keridhaan kepada ketentuan Allah sebagaimana firman-Nya, “irji’i ila robbiki rodiyatan mardiyah”. Keikhlasan dan keridhaan tersebut perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari yaitu menerima dengan lapang hati segala ketetapan Allah meskipun tidak selalu sesuai dengan keinginan manusia karena Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-Nya. Diskusi juga menegaskan bahwa sikap ridha dan ikhlas dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan akan membawa seseorang menuju tingkat qolbun salim, yaitu hati yang tenang, bersih dan dekat dengan Allah. Dalam sesi tanya jawab lainnya, peserta menanyakan cara menghadapi situasi yang tidak disukai dalam kehidupan maupun pekerjaan pelayanan kesehatan. Narasumber menjelaskan bahwa salah satu amalan yang dianjurkan adalah memperbanyak bacaan tasbih sebagai bentuk penguatan spiritual dan pengendalian diri. Dzikir tasbih membantu menenangkan hati, menumbuhkan kesabaran serta mengingatkan manusia akan kebesaran Allah sehingga mampu menerima keadaan dengan lebih bijaksana. Melalui Kajian Etik Klinis Ramadhan ini RSUD Ajibarang menunjukkan komitmennya dalam mengintegrasikan ilmu pengetahuan, etika profesi dan nilai spiritual guna menghadirkan pelayanan kesehatan yang ilmiah, humanis dan penuh keberkahan.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tinggalkan Komentar